Kalau bicara kuliner legendaris Bandar Lampung, nama Mie Khodon hampir selalu menarik untuk dimasukkan ke dalam daftar. Berlokasi di Jalan Ikan Bawal No.22, Pesawahan, Telukbetung Selatan, kedai ini dikenal sebagai salah satu kuliner mie yang sudah bertahan selama puluhan tahun. Data bisnis terbaru mencatat rating 4,5 dari sekitar 736 ulasan, dengan jam operasional sekitar 11.30–18.45 pada sebagian besar hari.
Mie Khodon bukan sekadar mie biasa. Ciri paling gampang dikenali adalah bentuk mienya yang lebih besar, tebal dan kenyal. Bumbunya juga punya karakter khas dengan aroma gurih dari udang kering atau ebi. RRI mencatat kuliner ini sudah eksis sejak awal 1960-an dan diteruskan secara turun-temurun hingga generasi ketiga. (RRI)





Mie Tebal Buatan Sendiri
Salah satu alasan Mie Khodon tetap punya penggemar adalah tekstur mienya. Berbeda dengan mie instan atau mie telur tipis yang banyak ditemukan di kedai lain, Mie Khodon menggunakan mie dengan ukuran lebih besar dan tekstur kenyal. Menurut keterangan pengelola yang dikutip IDN Times, mie tersebut dibuat sendiri setiap hari dan resepnya diwariskan dari generasi sebelumnya. (IDN Times Lampung)
Tekstur ini membuat pengalaman makannya berbeda. Ketika disantap dalam kondisi panas, mie terasa lebih padat tetapi tetap empuk. Bentuknya sekilas memang mengingatkan pada bakmi Jawa atau mie tek-tek, tetapi racikan bumbunya membuat Mie Khodon memiliki karakter sendiri.
Buat yang baru pertama kali datang, justru mie inilah yang sebaiknya diperhatikan. Jangan berharap teksturnya seperti mie ayam biasa. Ukurannya memang lebih besar dan menjadi salah satu identitas utama Mie Khodon.




Resep Keluarga Sejak Tahun 1963
Sejarah Mie Khodon menjadi salah satu bagian yang membuat kuliner ini menarik. RRI menyebut usaha tersebut sudah ada sejak sekitar 1960–1963, sementara IDN Times mencatat tahun berdirinya pada 1963. Awalnya sang pendiri menjual mie secara berkeliling dengan cara dipikul di kawasan Teluk Betung. (RRI)
Setelah diteruskan ke generasi berikutnya, cara berjualannya berubah. Dari pikulan kemudian menggunakan gerobak, sampai akhirnya mempunyai kedai tetap di Jalan Ikan Bawal.
Sekarang usaha tersebut dikelola oleh generasi ketiga keluarga. Resepnya juga tetap dipertahankan. Perubahan yang cukup jelas hanya pada proses memasak, karena dahulu menggunakan arang sedangkan sekarang menggunakan gas agar proses memasak lebih cepat ketika pesanan ramai. (IDN Times Lampung)
Lebih dari enam dekade bertahan membuat Mie Khodon bukan hanya tempat makan, tetapi juga bagian dari sejarah kuliner Teluk Betung.
Kenapa Namanya Khodon?
Nama “Khodon” ternyata berasal dari nama panggilan sang pendiri. Menurut cerita yang disampaikan Suparno, pendiri Mie Khodon bernama Atmodiwiryo. Pelanggan kemudian memanggilnya “Khodon”, dan nama tersebut akhirnya melekat pada mie yang dijualnya. (IDN Times Lampung)
Nama itulah yang kemudian diwariskan bersama resep dan usaha keluarganya.
Jadi ketika orang menyebut Mie Khodon, yang dimaksud bukan sekadar jenis mie tertentu. Nama tersebut sudah menjadi identitas kuliner yang berasal dari pedagang pertama yang memperkenalkannya kepada masyarakat Teluk Betung.




Mie Goreng untuk Rasa Lebih Pekat
Ada beberapa pilihan penyajian Mie Khodon yang bisa dicoba. Salah satunya mie goreng.
Pada versi goreng, mie dimasak bersama bumbu dan pelengkap sampai bumbunya lebih melekat. RRI menyebut pelanggan dapat memilih mie goreng maupun mie kuah, dengan pelengkap seperti suwiran ayam, irisan telur, sayuran dan bawang goreng. (RRI)
Buat yang suka makanan dengan rasa bumbu lebih kuat, mie goreng bisa menjadi pilihan awal.
Tekstur mie yang besar juga membuat setiap suapan terasa cukup padat. Ditambah ayam, telur dan sayuran, satu porsi sudah bisa menjadi makanan utama yang mengenyangkan.
Mie Rebus dengan Kuah Gurih
Kalau lebih suka makanan berkuah, pilih mie rebus.
Kuah menjadi salah satu bagian yang membuat Mie Khodon punya karakter berbeda. RRI menyebut racikan kuahnya gurih dengan salah satu ciri rasa yang berasal dari penggunaan udang kering atau ebi. (RRI)
Aroma ebi memberikan karakter yang cukup kuat.
Begitu mie panas disajikan, aroma gurihnya langsung terasa. Ditambah sayuran, ayam, telur dan bawang goreng, kuahnya menjadi semakin kaya.
Mie rebus juga cocok disantap pada sore hari ketika ingin makanan yang hangat tetapi tidak terlalu berat.






Ada Mie Nyemek
Selain goreng dan rebus, tersedia pula mie nyemek atau cemek.
Karakter mie nyemek berada di antara mie goreng dan mie kuah. Kuahnya tidak sebanyak mie rebus, tetapi masih memberikan kelembapan dan rasa gurih pada mie.
Pilihan ini menarik buat kamu yang bingung memilih antara mie goreng atau mie rebus.
Kalau ingin rasa bumbu yang cukup kuat tetapi masih mendapatkan sedikit kuah, mie nyemek bisa menjadi pilihan.
Daftar menu terbaru juga mencantumkan mie Khodon goreng, rebus dan nyemek, termasuk pilihan porsi “gendut” dengan isian lebih banyak. (Menu Kuliner)
Porsi Gendut untuk yang Lapar
Buat yang datang dalam kondisi benar-benar lapar, ada pilihan porsi gendut.
Dalam daftar menu yang diperbarui Agustus 2026, Mie Khodon menyediakan versi goreng, rebus dan nyemek porsi gendut. Isinya lebih banyak dibanding porsi biasa dan dipadukan dengan ayam semur. Harga yang tercantum sekitar Rp19.000. (Menu Kuliner)
Sementara versi reguler yang tercantum dalam promo berada di sekitar Rp17.500.
Harga tersebut tentu dapat berubah, tetapi memberikan gambaran bahwa Mie Khodon masih berada pada kategori kuliner yang cukup terjangkau.





Pelengkap Ayam dan Telur
Mie Khodon tidak hanya mengandalkan mienya.
Dalam penyajiannya terdapat ayam, telur, sayuran dan kerupuk. Data menu terbaru juga menyebut varian mie dengan ayam semur sebagai salah satu pilihan. (Menu Kuliner)
Ayam semur memberikan rasa manis-gurih yang cukup berbeda dari bumbu mie.
Sementara telur memberikan tambahan tekstur dan rasa yang familiar.
Sayuran membuat sajian tidak hanya terdiri dari mie dan daging.
Kombinasi seperti ini sederhana, tetapi memang menjadi karakter makanan mie tek-tek tradisional yang sudah lama dikenal masyarakat.
Bihun dan Kwetiau Juga Tersedia
Kalau tidak ingin mie, ada pilihan lain.
Baca Juga: Dermaga Ketapang Pesawaran, Gerbang Utama Menuju Pulau Pahawang dan Wisata Bahari Lampung
Daftar menu 2026 mencantumkan bihun dan kwetiau sebagai kategori tersendiri. Ada versi goreng dan beberapa pilihan penyajian lainnya. (Menu Kuliner)
Jadi kalau datang bersama orang yang tidak terlalu suka mie tebal, masih ada alternatif.
Namun tentu saja, kalau tujuan utama datang ke sini adalah wisata kuliner, Mie Khodon tetap menjadi menu yang paling menarik untuk dicoba karena itulah identitas utama kedai.
Harga Mie Khodon Terjangkau
Salah satu daya tarik Mie Khodon adalah harganya yang masih relatif bersahabat.
Daftar menu Agustus 2026 mencantumkan promo mie goreng, rebus dan nyemek sekitar Rp17.500, sementara porsi gendut sekitar Rp19.000. (Menu Kuliner)
Sumber lain yang membahas Mie Khodon juga mencatat harga sekitar Rp18.000 per porsi pada 2026. (Bandar Lampung)
| Menu | Kisaran harga tercantum |
|---|---|
| Mie Khodon goreng | Rp17.500 |
| Mie Khodon rebus | Rp17.500 |
| Mie Khodon nyemek | Rp17.500 |
| Mie Khodon porsi gendut | Rp19.000 |
| Bihun | Tersedia |
| Kwetiau | Tersedia |
| Minuman | Tersedia |
Harga dapat berubah mengikuti kondisi kedai dan layanan pemesanan, sehingga angka di atas sebaiknya dianggap sebagai gambaran.
Lokasi di Teluk Betung
Mie Khodon berada di Jalan Ikan Bawal No.22, Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.
Lokasinya berada di kawasan Teluk Betung yang memang sejak lama dikenal sebagai salah satu kawasan kuliner dan perdagangan di Bandar Lampung.
Sumber-sumber kuliner sebelumnya juga menyebut lokasi Mie Khodon berada tidak jauh dari sejumlah titik yang cukup dikenal seperti Chandra Teluk Betung, Taman Dipangga dan Vihara Amurwa Bhumi Graha. (Keliling Lampung)
Jadi kalau sedang jalan-jalan di kawasan Teluk Betung, tempat ini cukup mudah dimasukkan ke rute wisata kuliner.



Jam Buka Mie Khodon
Data bisnis terbaru mencatat Mie Khodon beroperasi sekitar pukul 11.30 sampai 18.45 pada Senin hingga Kamis dan Sabtu, sedangkan Jumat tercatat mulai sekitar pukul 12.30. Minggu tidak tercantum sebagai hari operasional dalam data tersebut.
Informasi ini sedikit berbeda dengan sumber-sumber lama yang mencatat jam buka mulai siang sampai sore. Jadi kalau ingin datang mendekati waktu tutup, sebaiknya cek informasi terbaru terlebih dahulu.
Satu hal yang relatif konsisten adalah Mie Khodon memang lebih cocok dijadikan tujuan makan siang atau sore daripada makan malam.
Kenapa Masih Bertahan?
Pertanyaan menariknya adalah kenapa sebuah kedai mie sederhana bisa bertahan lebih dari enam dekade ketika pilihan makanan modern semakin banyak?
Salah satu jawabannya adalah konsistensi.
Pengelola menyebut resep yang digunakan masih diwariskan dari generasi sebelumnya. Mie juga dibuat sendiri dan diproduksi setiap hari. (IDN Times Lampung)
Artinya, daya tariknya bukan karena mengikuti tren.
Justru sebaliknya.
Mie Khodon bertahan karena mempertahankan sesuatu yang sudah dikenal pelanggan selama puluhan tahun.
Tekstur mie.
Bumbu.
Kuah.
Dan pengalaman makan di kedai yang sudah menjadi bagian dari sejarah kuliner Teluk Betung.
Tips Kulineran ke Mie Khodon
Kalau baru pertama datang, coba mie Khodon rebus untuk merasakan karakter kuah dan bumbu ebinya. Kalau lebih suka rasa bumbu yang melekat, pilih mie goreng. Untuk porsi lebih besar, tersedia pilihan porsi gendut. Kalau ingin sensasi di antara goreng dan kuah, pilih mie nyemek. Jangan lupa perhatikan jam operasional karena kedai ini lebih cocok dikunjungi siang sampai sore. Dan kalau sedang berada di Teluk Betung, sekalian bisa memasukkan Mie Khodon ke rute wisata kuliner kawasan tersebut.
FAQ Mie Khodon Bandar Lampung
Mie Khodon berada di mana?
Mie Khodon berada di Jalan Ikan Bawal No.22, Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.
Sejak kapan Mie Khodon berdiri?
Mie Khodon disebut sudah berdiri sekitar 1963 dan usaha tersebut telah diteruskan sampai generasi ketiga. (RRI)
Apa yang membuat Mie Khodon berbeda?
Ciri utamanya adalah mie buatan sendiri dengan ukuran lebih besar, tekstur tebal dan kenyal, serta bumbu dengan karakter gurih yang menggunakan udang kering atau ebi. (RRI)
Apa saja pilihan Mie Khodon?
Ada mie goreng, mie rebus dan mie nyemek. Selain itu tersedia bihun dan kwetiau. (Menu Kuliner)
Apakah ada porsi besar?
Ada. Daftar menu terbaru mencantumkan pilihan “porsi gendut” dengan isi lebih banyak. (Menu Kuliner)
Berapa harga Mie Khodon?
Daftar menu yang diperbarui Agustus 2026 mencantumkan beberapa varian mulai sekitar Rp17.500, sedangkan porsi gendut sekitar Rp19.000. Harga bisa berubah. (Menu Kuliner)
Apakah Mie Khodon buka malam?
Data terbaru menunjukkan jam operasional berakhir sekitar pukul 18.45 pada sebagian besar hari, sehingga lebih cocok untuk makan siang atau sore.
Apakah mie dibuat sendiri?
Ya. Pengelola menyebut mie dibuat sendiri dan diproduksi setiap hari. (IDN Times Lampung)
Apakah resepnya masih resep lama?
Menurut keterangan generasi ketiga pengelola, resepnya diwariskan dari kakek melalui ayah dan tetap dipertahankan. (IDN Times Lampung)
Apakah hanya ada mie?
Tidak. Tersedia pula bihun, kwetiau dan minuman. (Menu Kuliner)
Mie Khodon menarik bukan karena konsep restoran mewah atau menu yang terlalu banyak. Justru kesederhanaannya menjadi bagian dari daya tarik. Mie tebal buatan sendiri, kuah gurih dengan aroma ebi, pilihan goreng, rebus dan nyemek, serta sejarah usaha yang sudah berlangsung sejak 1960-an membuatnya menjadi salah satu kuliner yang punya cerita panjang di Bandar Lampung.
Kalau sedang berburu kuliner legendaris Lampung, Mie Khodon layak dimasukkan ke daftar. Datang ke Teluk Betung, pesan semangkuk mie panas, lalu rasakan sendiri kenapa resep sederhana seperti ini bisa bertahan lintas generasi.
Baca Juga: Sewa Bus Pariwisata Sukabumi Bandar Lampung