Kalau ngomongin kuliner legendaris Bandar Lampung, nama Nasi Uduk Toha Kartini hampir pasti masuk dalam daftar yang menarik untuk dibahas. Tempat makan ini punya konsep sederhana: nasi uduk gurih, ayam goreng, aneka lauk, sambal, lalu makan sampai kenyang. Justru kesederhanaan itulah yang membuatnya tetap dicari. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung memasukkan Nasi Uduk Toha Kartini sebagai salah satu wisata kuliner hits awal 2026 dan menyebutnya sebagai kuliner legendaris yang masih menjadi favorit masyarakat. (Dinas PUPR Lampung)
Lokasinya berada di Jl. Kartini No.105, Tanjung Karang, Bandar Lampung. Data bisnis terbaru menunjukkan tempat ini memiliki ribuan ulasan dengan rating sekitar 4,5/5 dan beroperasi dari sore hingga dini hari, sekitar pukul 16.00–02.00. Jadi, Nasi Uduk Toha bukan tipe tempat yang cocok hanya untuk sarapan. Justru waktu ramainya lebih identik dengan makan sore, malam, bahkan ketika perut mulai lapar setelah tengah malam.
Nasi Uduk Toha Jadi Kuliner Legendaris
Nasi Uduk Toha sudah dikenal masyarakat Lampung sejak lama dan konsepnya memang tidak neko-neko. Nasi uduk menjadi menu utama, kemudian pelanggan bebas memilih lauk yang tersedia. Ada ayam goreng, paru, ati ampela, tahu, tempe, petai, telur, jengkol, usus, babat sampai berbagai pelengkap lainnya. MenuKuliner mencatat harga nasi uduk sekitar Rp11.000, sementara lauk seperti ayam goreng dan paru berada di kisaran Rp20 ribuan. (Menu Kuliner)
Hal yang membuat nasi uduk di sini menarik adalah karakter nasinya. Beberapa ulasan pelanggan menggambarkan nasinya harum, gurih, pulen, dan cukup banyak. Lauk ayam goreng juga menjadi pasangan yang paling sering disebut. (Wanderlog)
Buat orang yang suka makanan Indonesia sederhana, model seperti ini justru punya daya tarik tersendiri. Tidak perlu menu yang terlalu fancy. Cukup nasi uduk panas, ayam goreng, sambal, lalapan, tahu atau tempe, sudah bisa menjadi satu porsi makan yang memuaskan.
Nasi Uduk dan Ayam Goreng Jadi Andalan





Kalau baru pertama datang, kombinasi paling aman adalah nasi uduk dengan ayam goreng dan sambal. Menurut pemberitaan detikFood, ayam yang digunakan merupakan ayam kampung yang diungkep dengan bumbu kuning kemudian digoreng sampai renyah. Sambalnya juga memiliki karakter berbeda karena cabainya digerus cukup kasar dan sedikit berair. (detikcom)
Kombinasi ini sederhana tetapi justru menjadi identitasnya. Nasi uduk memberikan rasa gurih dan aroma santan, ayam memberikan rasa gurih serta tekstur renyah, sementara sambal memberikan tendangan pedas yang membuat makan terasa lebih lengkap.
Kalau masih kurang, tinggal tambahkan tahu, tempe, paru, ati ampela atau lauk lainnya.
Pilihan Lauk Nasi Uduk Toha
Salah satu alasan orang bisa makan di sini berkali-kali adalah pilihan lauknya. Nasi uduk memang menjadi pusat menu, tetapi lauk pendampingnya cukup banyak. Daftar menu yang diperbarui pada 2026 mencatat ayam goreng, paru, tahu, tempe, petai, telur asin, kepala ayam, usus sapi, babat, jengkol, ati ampela, telur bulat, telur dadar dan jantung/buntut ayam. (Menu Kuliner)
Jadi kalau datang bersama keluarga atau teman, masing-masing bisa memilih lauk sesuai selera. Ada yang suka ayam, ada yang suka jeroan, ada yang tidak bisa lepas dari petai, semuanya punya pilihan.
Untuk pecinta jeroan, paru dan ati ampela menjadi salah satu pilihan yang cukup menarik. Beberapa ulasan pelanggan bahkan secara khusus memuji paru dan ati ampela karena dianggap empuk dan bumbunya meresap. (Wanderlog)
Paru, Ati Ampela, dan Petai





Kalau kamu tipe yang makan nasi harus ada lauk tambahan, jangan berhenti di ayam goreng. Paru goreng bisa menjadi pilihan untuk menambah tekstur renyah, sementara ati ampela cocok untuk yang suka rasa gurih dan bumbu lebih kuat.
Petai juga tersedia sebagai pilihan lauk. Untuk sebagian orang, petai dan sambal adalah kombinasi wajib ketika makan nasi uduk. Sementara tahu dan tempe bisa menjadi tambahan sederhana kalau ingin menambah lauk tanpa membuat biaya makan terlalu tinggi.
Konsep pilih lauk seperti ini membuat harga makan bisa disesuaikan dengan budget. Mau makan sederhana bisa. Mau makan lengkap dengan beberapa lauk juga bisa.
Harga Nasi Uduk Toha Lampung
Salah satu daya tarik Nasi Uduk Toha adalah harga yang relatif bersahabat. Data menu 2026 mencatat nasi uduk sekitar Rp11.000, ayam goreng sekitar Rp20.500, paru sekitar Rp20.500, tahu atau tempe Rp11.000 per porsi, petai Rp13.500, telur Rp11.000, sedangkan sop kaki sapi berada di sekitar Rp37.500. (Menu Kuliner)
Berikut gambaran beberapa menu yang tersedia:
| Menu | Harga Referensi |
|---|---|
| Nasi Uduk | Rp11.000 |
| Ayam Goreng | Rp20.500 |
| Paru | Rp20.500 |
| Tahu | Rp11.000 |
| Tempe | Rp11.000 |
| Petai Goreng | Rp13.500 |
| Telur | Rp11.000 |
| Jengkol | Rp13.500 |
| Usus Sapi | Rp20.500 |
| Babat | Rp20.500 |
| Ati Ampela | Rp32.500 |
| Sop Kaki Sapi | Rp37.500 |
Harga tersebut merupakan referensi daftar menu online yang diperbarui pada 2026 dan dapat berbeda antara dine-in maupun layanan pesan antar. (Menu Kuliner)
Kalau makan standar nasi uduk plus ayam dan minuman, budget sekitar Rp30–50 ribuan per orang sudah cukup masuk akal sebagai perkiraan awal. Data bisnis juga menempatkan kisaran harga Nasi Uduk Toha Kartini di sekitar Rp25–50 ribu per orang.
Baca Juga: Paket Liburan ke Lampung dari Palembang
Cocok untuk Kuliner Malam Bandar Lampung
Salah satu hal yang membuat Nasi Uduk Toha menarik adalah jam operasionalnya. Cabang Kartini tercatat buka sekitar pukul 16.00 sampai 02.00 setiap hari.
Jadi kalau malam-malam bingung mau makan apa, nasi uduk bisa menjadi solusi sederhana.
Apalagi nasi uduk termasuk makanan yang cukup fleksibel. Tidak harus menunggu lapar berat. Bisa makan satu porsi sederhana, bisa juga mengambil beberapa lauk kalau memang sedang lapar.
Bagi wisatawan yang menginap di pusat Bandar Lampung, lokasi Kartini juga cukup strategis. Salah satu sumber ulasan bahkan menyebut lokasinya masih mudah dijangkau dari area Hotel Horison Lampung.
Tempat Makan Sederhana yang Tetap Dicari





Menariknya, popularitas Nasi Uduk Toha tidak datang dari konsep restoran mewah. Tempat ini justru mengandalkan makanan yang sederhana dan familiar.
Inilah salah satu pola kuliner yang sering terjadi di kota-kota besar. Tempat makan tidak harus Instagramable untuk bisa bertahan lama. Selama makanannya punya karakter dan pelanggan merasa cocok, tempat tersebut bisa terus dicari.
Nasi Uduk Toha juga menjadi contoh bahwa kuliner lokal yang sederhana tetap bisa menjadi bagian dari identitas wisata kuliner sebuah kota. Pemerintah Provinsi Lampung sendiri memasukkannya dalam daftar kuliner hits 2026. (Dinas PUPR Lampung)
Tips Makan di Nasi Uduk Toha
Kalau ingin mencoba, ada beberapa hal sederhana yang bisa diperhatikan. Pertama, datang dengan menentukan lauk utama terlebih dahulu. Kalau ingin versi hemat, nasi uduk + tahu/tempe + sambal sudah cukup. Kalau ingin lebih lengkap, tambahkan ayam atau paru. Kedua, kalau suka pedas, sambalnya jangan dilewatkan karena menjadi salah satu bagian yang cukup sering dipuji pengunjung. Ketiga, datang pada jam yang tidak terlalu padat jika ingin makan lebih santai. Sumber ulasan juga menyarankan menghindari waktu ramai untuk pengalaman yang lebih nyaman. (Wanderlog)
- Coba nasi uduk + ayam goreng untuk menu pertama.
- Tambahkan paru atau ati ampela kalau suka jeroan.
- Jangan lupa sambal dan lalapan.
- Untuk budget hemat, pilih tahu atau tempe sebagai lauk tambahan.
- Kalau datang bersama teman, pesan lauk berbeda agar bisa saling mencicipi.
- Cek harga terbaru sebelum memesan karena harga menu dapat berubah.
- Untuk makan malam santai, pertimbangkan datang sebelum jam puncak keramaian.
- Kalau mencari kuliner malam, jam buka sampai dini hari menjadi salah satu pilihan yang praktis.
Kesimpulan
Nasi Uduk Toha Bandar Lampung menunjukkan bahwa makanan sederhana tetap bisa menjadi kuliner yang punya daya tarik kuat. Nasi uduk gurih, ayam goreng, sambal, lalapan dan berbagai pilihan lauk menjadi kombinasi yang sudah dikenal masyarakat sejak lama.
Untuk pengunjung baru, menu paling mudah dicoba adalah nasi uduk dengan ayam goreng dan sambal. Setelah itu baru eksplorasi paru, ati ampela, petai, jengkol, tahu, tempe atau lauk lainnya.
Dengan lokasi di Jl. Kartini No.105, jam buka sekitar sore hingga dini hari, serta pilihan harga yang masih relatif terjangkau, Nasi Uduk Toha cocok dimasukkan ke daftar kuliner malam Bandar Lampung.
Yang menarik, Nasi Uduk Toha bukan sekadar tempat makan nasi uduk biasa. Kuliner ini sudah menjadi bagian dari daftar kuliner yang dikenal dan dipromosikan sebagai salah satu daya tarik kuliner Bandar Lampung pada 2026. (Dinas PUPR Lampung)
FAQ Nasi Uduk Toha Bandar Lampung
Nasi Uduk Toha berada di mana? Nasi Uduk Toha Kartini berada di Jl. Kartini No.105, Tanjung Karang, Bandar Lampung.
Nasi Uduk Toha buka jam berapa? Cabang Kartini tercatat buka setiap hari sekitar pukul 16.00–02.00.
Berapa harga nasi uduk di Nasi Uduk Toha? Harga nasi uduk yang tercatat pada daftar menu 2026 sekitar Rp11.000. Lauk seperti ayam goreng dan paru berada di kisaran Rp20 ribuan. (Menu Kuliner)
Apa lauk yang tersedia? Pilihannya antara lain ayam goreng, paru, tahu, tempe, petai, telur, jengkol, usus, babat, ati ampela dan berbagai lauk lainnya. (Menu Kuliner)
Apakah Nasi Uduk Toha cocok untuk makan malam? Cocok, terutama cabang Kartini yang beroperasi dari sore sampai sekitar pukul 02.00.
Apa menu yang paling cocok untuk pertama kali datang? Kombinasi nasi uduk, ayam goreng dan sambal merupakan pilihan sederhana untuk mengenal karakter makanan di sini. DetikFood juga mencatat ayam goreng dan sambal sebagai bagian penting dari pengalaman Nasi Uduk Toha. (detikcom)
Baca Juga: Solusi Murah Sewa Mobil di Lampung